MENJAGA DIRI DAN KELUARGA: TADABBUR QS. AT-TAHRIM AYAT 6

MENJAGA DIRI DAN KELUARGA: TADABBUR QS. AT-TAHRIM AYAT 6

Penulis: Ustadz M. Adam Husein Al Idrus

Editor: Ustadzah Ratnatus Sa’idah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)

Surah At-Tahrim ayat 6 merupakan salah satu ayat yang paling fundamental dalam Al-Qur’an terkait tanggung jawab seorang Muslim terhadap keluarganya. Ayat ini memberikan peringatan sekaligus panduan bagi setiap kepala rumah tangga dan anggota keluarga untuk memiliki visi jangka panjang, yakni keselamatan di akhirat.

Berdasarkan penjelasan para mufassir (ahli tafsir), terdapat beberapa pelajaran penting dari ayat ini:

  1. Prioritas Keselamatan Diri Sendiri

Frasa “Peliharalah dirimu” menunjukkan bahwa perbaikan harus dimulai dari diri sendiri. Sebelum mengajak orang lain atau keluarga, seorang mukmin harus membekali diri dengan iman, ketakwaan, dan amal saleh. Kita tidak bisa memberi petunjuk kepada orang lain jika kita sendiri tersesat.

  1. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

Islam tidak mengenal kesalehan individual semata. Seorang suami atau orang tua bertanggung jawab atas pendidikan agama istri dan anak-anaknya. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa cara “menjaga” diri dan keluarga dari neraka bukan hanya dengan doa, tetapi dengan pendidikan iman, pengamalan syariat, dan pembinaan akhlak.

  1. Gambaran Neraka yang Dahsyat

Ayat ini memberikan motivasi melalui rasa takut (khauf) dengan menggambarkan ngeri-nya neraka. Agar manusia tidak meremehkan dosa dan kelalaian dalam mendidik keluarga.

  • Bahan bakar: Bukan hanya kayu, melainkan manusia dan batu.
  • Penjaga: Malaikat yang memiliki sifat ghilaz (kasar dalam ucapan/perlakuan kepada penghuni neraka) dan shidad (kuat/keras fisiknya).
  • Ketaatan Mutlak: Malaikat penjaga neraka tidak memiliki rasa iba yang dapat membuat mereka melanggar perintah Allah.

Makna utama ayat ini bukan hanya tentang ancaman siksa neraka. Tetapi juga tentang tanggung jawab khususnya dalam lingkungan keluarga. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, mengutip pendapat dari Ali bin Abi Thalib R.A. sehubungan dengan makna firman-Nya:

peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, makna yang dimaksud ialah: أَدِّبُوهُمْ وَعَلِّمُوهُمْ (didiklah adab mereka dan ajarkanlah ilmu kepada mereka).

Mengutip nasihat Ali bin Abi Thalib R.A., menjaga keluarga dimulai dengan Ta’dib (penanaman adab) dan Ta’lim (pengajaran ilmu). Tanpa adab, ilmu hanya akan menjadi alat perusak. Tanpa ilmu, adab akan kehilangan arahnya. Perpaduan keduanya, yang disirami dengan nilai Al-Qur’an, adalah satu-satunya cara kita mematuhi perintah Allah dalam ayat yang mulia ini.

Menjaga diri dan keluarga adalah perjalanan seumur hidup. Ia melelahkan, namun upahnya adalah keabadian. Melalui #SekolahDiMasjid, kami mengajak setiap orang tua untuk kembali ke akar pendidikan Islam: menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan akhlak.

Mari kita didik anak-anak kita bukan hanya untuk menjadi penduduk dunia yang hebat, tapi untuk menjadi penduduk langit yang dirindukan. Karena rumah yang bahagia bukan hanya yang rukun di dunia, tapi yang melangkah bersama menuju Ridha-Nya.

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to Top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x