Dari Papan Putih ke Layar Sentuh: Interactive Flat Panel Menghidupkan Kelas di Khairunnas Madiun

Madiun – Perkembangan teknologi pendidikan membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Ruang kelas yang sebelumnya identik dengan papan tulis putih dan spidol kini mulai bertransformasi menjadi ruang belajar digital yang lebih interaktif. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran.

Di Khairunnas Madiun, penggunaan IFP mulai dioptimalkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Perangkat ini tidak hanya digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga menjadi instrumen pendukung dalam supervisi pembelajaran bulanan guru. Pendekatan ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan strategi pedagogis yang tepat, sesuai dengan karakter mata pelajaran dan peserta didik.

Supervisi pembelajaran di Khairunnas Madiun dirancang sebagai proses pendampingan. Melalui supervisi bulanan, guru diberikan ruang untuk mengeksplorasi pemanfaatan IFP secara kreatif dan kontekstual. Dengan demikian, supervisi tidak dipahami sebagai penilaian semata, melainkan sebagai sarana refleksi dan berbagi praktik baik demi meningkatkan mutu pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, guru menunjukkan variasi strategi pembelajaran berbasis IFP. Ustadz Amin, guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), memanfaatkan IFP dengan mengintegrasikan platform Rumah Pendidikan. Materi disajikan secara visual dan sistematis melalui layar sentuh interaktif, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat aktif dalam membaca, mengamati, dan berdiskusi.

Sementara itu, Ustadzah Elais, guru IPA, memadukan penggunaan Canva dan papan tulis digital pada IFP. Penyajian visual membantu memperjelas konsep-konsep IPA yang bersifat abstrak, kemudian diperkaya dengan penjelasan langsung sesuai respons siswa. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran lebih dinamis dan mudah dipahami.

Pendekatan berbeda ditunjukkan oleh Ustadzah Tara, guru Matematika, yang memanfaatkan papan tulis digital sebagai media utama. Melalui IFP, proses penulisan, penghapusan, dan penjelasan materi menjadi lebih fleksibel. Hasil pekerjaan siswa pun dapat ditampilkan dan dibahas bersama, sehingga alur berpikir matematis dapat dipahami secara kolektif.

Pemanfaatan IFP yang lebih variatif terlihat pada pembelajaran IPS oleh Ustadzah Ceres yang mengombinasikan fitur belah layar, papan tulis ganda, serta aktivitas interaktif melalui Educaplay. Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ustadzah Nia memanfaatkan papan tulis digital dan Quizizz untuk membangun pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan.

Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa IFP tidak membatasi kreativitas guru. Justru sebaliknya, teknologi ini membuka ruang inovasi pembelajaran yang lebih hidup. Dampaknya terasa pada siswa yang menunjukkan antusiasme, fokus, dan keberanian berpartisipasi lebih tinggi dalam pembelajaran.

Transformasi dari papan tulis konvensional ke layar sentuh menegaskan bahwa perubahan pembelajaran bukan semata soal alat, tetapi juga cara pandang. Dengan pendampingan supervisi yang konstruktif, pemanfaatan IFP di Khairunnas Madiun menjadi langkah nyata menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
zakky
zakky
2 hours ago

masyaallah

Alfi
Alfi
2 hours ago

The best

Kholil
Kholil
59 minutes ago

Masyaallah keren

Scroll to Top
3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x