PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN ANAK

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN ANAK

Penulis: Ustadz Zainul Wijdan

Editor: Ustadzah Ratnatus Sa’idah

Pendidikan Agama Islam merupakan bekal paling bermakna dalam diri setiap manusia. Urgensi Pendidikan Agama Islam sebagaimana dikemukakan oleh Thaha Husein, yang menyebutnya “laksana air bagi manusia”, menunjukkan bahwa agama merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan.

Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam menjadi suatu keniscayaan dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui penguatan peranan pembiasaan, pengajaran, dan pendidikan dalam proses tumbuh kembang anak, sehingga mereka mampu menemukan tauhid yang murni, keutamaan budi pekerti, kekuatan spiritual, serta etika agama yang lurus.

  1. Pembiasaan Agama

Pembiasaan agama Islam adalah proses menanamkan nilai-nilai dan ajaran Islam melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, konsisten, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan ini bertujuan agar ajaran Islam tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diamalkan secara nyata sehingga menjadi bagian dari karakter dan kepribadian seseorang.

  1. Pengajaran Agama

Pengajaran agama adalah proses penyampaian dan penanaman ajaran-ajaran keagamaan kepada peserta didik agar mereka memahami, meyakini, dan mengamalkan nilai-nilai agama. Dalam pengajaran agama Islam, materi yang disampaikan meliputi akidah, ibadah, akhlak, serta pemahaman Al-Qur’an dan Hadis.

Namun, pengajaran dan pembiasaan tidak akan mencapai hasil maksimal jika hanya berhenti di ruang kelas. Esensi pendidikan yang sesungguhnya terletak pada bagaimana nilai-nilai tersebut dihidupkan dalam realitas keseharian anak.

Mungkin kita pernah membaca atau mendengar, “Libatkan anak dalam kebaikan, karena dari situlah karakter dan masa depan mereka dibentuk.” Kalimat ini mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya diberikan melalui nasihat dan teori, tetapi melalui pengalaman nyata yang melibatkan anak secara langsung. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, anak belajar tentang nilai, tanggung jawab, serta makna hidup yang akan mereka bawa hingga dewasa.

Kebahagiaan hidup tidaklah mudah dicapai tanpa keseimbangan rohani. Dalam pembentukan rohaniyah anak, Pendidikan Agama Islam memerlukan peran aktif orang tua untuk memudahkan pelaksanaannya. Upaya tersebut harus dilakukan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan keteladanan. Pembinaan keagamaan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses yang berkesinambungan.

Pada akhirnya, mendidik anak adalah tentang menyiapkan mereka menghadapi dunia yang terus berubah tanpa kehilangan jati diri. Pendidikan Agama Islam bukan sekadar warisan ilmu, melainkan kompas spiritual yang akan menuntun mereka saat kita tidak lagi berada di sampingnya. Dengan sinergi antara keteladanan orang tua dan pembiasaan yang tulus, kita tidak hanya sedang membentuk seorang anak yang pintar secara intelektual, tetapi juga insan kamil yang memiliki keanggunan akhlak dan ketenangan jiwa. Karena karakter yang kokoh tidak tumbuh dalam semalam; ia adalah buah dari kesabaran dan kasih sayang yang ditanam di atas fondasi iman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top