Madiun – Suasana hangat dan semangat membara terasa di Khairunnas IBS Madiun saat para santri bersiap menyambut Pesta Demokrasi, yaitu Pemilihan Organisasi Santri Intra Pesantren (OSIP). Kegiatan ini bukan sekadar ajang memilih pengurus baru, tetapi juga momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan dalam diri para santri. Sejak masa kampanye dimulai, para
ilmu
Good Touch, Bad Touch: Pentingnya Kenalkan Istilah, Bentengi Tubuh Anak dari Kekerasan Seksual
Kenapa Ini Penting? Hampir 90% kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi di lingkungan dekat seperti rumah atau sekolah, dan biasanya pelakunya orang yang mereka kenal. Mengajarkan anak tentang batas tubuh bukan hanya soal tabu, tapi cara efektif untuk proteksi diri sejak dini. Kapan Mulai? Sangat ideal dimulai sejak usia 2–3 tahun, saat mulai mengenal
Semangat Ngaji di Tahun Ajaran Baru: Saatnya Memulai dengan Hati dan Niat yang Bersih
Madiun – Tahun ajaran baru telah tiba. Selembar halaman kehidupan kembali terbuka, memberi kita ruang untuk menulis kisah baru, harapan baru, dan tentu saja, semangat baru. Di antara banyak hal yang perlu disiapkan — seragam, buku tulis, jadwal pelajaran — ada satu hal yang tidak kalah penting: semangat untuk belajar agama, semangat untuk ngaji. Ngaji
MPLS & MPLP Khairunnas IBS Madiun: Awal Perjalanan Menuju Generasi Unggul Berkarakter
Madiun – Awal tahun ajaran baru 2025/2026 di PKBM Khairunnas Madiun diwarnai dengan pelaksanaan dua kegiatan penting: MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan MPLP (Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren). Kegiatan ini berlangsung selama sepekan sebagai langkah awal bagi peserta didik baru dalam mengenal lingkungan belajar mereka, baik di jalur formal maupun kepesantrenan. MPLS dan MPLP adalah
Kenapa Menghafal Al-Qur’an Sejak Dini Membentuk Karakter Anak?
Di era digital seperti sekarang, di mana informasi bisa diakses dengan cepat dan instan, ada anggapan yang mulai berkembang bahwa menghafal itu ketinggalan zaman. “Buat apa menghafal, kan semua ada di Google?” Kalimat seperti ini sering kita dengar, bahkan kadang diucapkan dengan nada meremehkan. Apalagi jika yang dihafal adalah kitab suci — sebagian orang berpikir

