Madiun – Sambangan santri merupakan tradisi kunjungan orang tua atau keluarga ke pondok pesantren untuk bertemu dengan putra-putri mereka yang sedang menuntut ilmu. Istilah sambangan berasal dari bahasa Jawa yang berarti menjenguk atau mengunjungi. Di kalangan santri, momen ini selalu dinanti karena menjadi kesempatan berharga untuk melepas rindu dengan keluarga. Setiap pesantren memiliki jadwal dan
Berita SMP
Semarak HUT ke-80 RI di Khairunnas IBS Madiun: Penuh Khidmat, Guyub, dan Warna-Warni Budaya
Madiun – Suasana penuh khidmat sekaligus semarak terasa di lapangan Khairunnas IBS Madiun pada Sabtu (17/8/2025), ketika seluruh santri, guru, serta keluarga besar Khairunnas bersama staff Nurul Hayat bersatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Upacara kemerdekaan berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih, diiringi lantunan doa dan semangat nasionalisme yang kental terasa.
Sorak Sorai Lomba Santri Khairunnas IBS Madiun Warnai Perayaan HUT ke-80 RI.
Madiun – Suasana meriah mewarnai Khairunnas IBS Madiun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Selama dua hari, Rabu–Kamis (14–15/8/2025), para santri putra dan putri antusias mengikuti berbagai perlombaan yang penuh keceriaan. Berbagai lomba khas Agustusan digelar di halaman depan gedung baru Khairunnas dan terbagi di Asrama, mulai dari makan kerupuk, makan
LDK OSIP Khairunnas IBS Madiun: Mencetak Garda Terdepan, Suri Tauladan Santri.
Madiun – Dalam rangka membentuk karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab pada siswa, PKBM Khairunnas menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi anggota Organisasi Siswa Intra Pondok (OSIP). Kegiatan ini terbagi menjadi dua tahap, yakni LDK Internal dan LDK Eksternal, yang dilaksanakan pada awal Jumat-Sabtu, 08-09 Agustus 2025. LDK Internal – Jumat, 08 Agustus 2025
Semangat Ngaji di Tahun Ajaran Baru: Saatnya Memulai dengan Hati dan Niat yang Bersih
Madiun – Tahun ajaran baru telah tiba. Selembar halaman kehidupan kembali terbuka, memberi kita ruang untuk menulis kisah baru, harapan baru, dan tentu saja, semangat baru. Di antara banyak hal yang perlu disiapkan — seragam, buku tulis, jadwal pelajaran — ada satu hal yang tidak kalah penting: semangat untuk belajar agama, semangat untuk ngaji. Ngaji

