Mengenal Munaqosah dan Tasmi’ Kubro dalam Tradisi Ujian Tahfidz Pesantren

Madiun – Dalam tradisi pesantren, ujian tahfidz Al-Qur’an dikenal dengan beberapa istilah, di antaranya munaqosah dan tasmi’ kubro. Istilah ini merujuk pada proses evaluasi hafalan Al-Qur’an yang telah ditempuh santri dalam jangka waktu tertentu, sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan spiritual di hadapan guru serta penguji.

Secara bahasa, munaqosah berarti pengujian atau evaluasi. Dalam konteks tahfidz, munaqosah adalah ujian untuk menilai kelancaran, ketepatan bacaan, serta penerapan kaidah tajwid pada hafalan Al-Qur’an santri. Sementara itu, tasmi’ bermakna memperdengarkan bacaan hafalan, dan disebut tasmi’ kubro ketika dilakukan untuk jumlah hafalan yang besar, seperti satu juz atau lebih.

Di lingkungan pesantren, ujian tahfidz bukan sekadar agenda akademik. Ia menjadi penanda kesungguhan santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Melalui ujian ini, kualitas hafalan diuji secara menyeluruh, sekaligus melatih kesiapan mental santri saat membaca tanpa melihat mushaf.

Pelaksanaan munaqosah atau tasmi’ kubro memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  • Mengukur mutu hafalan santri, baik dari aspek kelancaran maupun ketepatan bacaan.

  • Menjadi standar capaian pendidikan tahfidz, termasuk syarat kenaikan juz atau kelulusan.

  • Membentuk mental dan tanggung jawab, agar santri siap menjaga hafalan dalam jangka panjang.

  • Menumbuhkan motivasi, baik bagi peserta ujian maupun santri lainnya.

Melalui ujian tahfidz, pesantren berupaya menanamkan kesadaran bahwa menghafal Al-Qur’an adalah amanah besar. Bukan hanya fasih dalam melafalkan ayat, tetapi juga istiqamah menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to Top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x