Mengenal Nisfu Sya’ban: Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Madiun – Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Di pertengahan bulan ini terdapat malam yang dikenal sebagai Nisfu Sya’ban, yakni malam tanggal 15 Sya’ban. Malam ini dipahami oleh banyak ulama sebagai waktu yang penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Secara bahasa, nisfu berarti setengah, sedangkan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Dengan demikian, Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban. Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai sejak magrib, sehingga malam Nisfu Sya’ban dimulai pada malam tanggal 14 menuju tanggal 15 Sya’ban.
Bulan Sya’ban sendiri memiliki keutamaan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal pada bulan tersebut amal-amal diangkat kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi senang memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menuju Ramadan.
Terkait malam Nisfu Sya’ban, terdapat hadis yang menjelaskan bahwa Allah SWT melihat seluruh makhluk-Nya pada malam tersebut, lalu mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali orang yang menyekutukan-Nya dan orang yang menyimpan permusuhan. Meskipun sebagian ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad hadis-hadis Nisfu Sya’ban, banyak ulama menyatakan bahwa hadis-hadis tersebut saling menguatkan sehingga dapat diamalkan dalam konteks keutamaan amal.
Para ulama juga mengingatkan agar tidak mengkhususkan ibadah tertentu yang tidak memiliki dalil yang kuat. Amalan yang dianjurkan adalah amalan umum yang memang disyariatkan dalam Islam, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban antara lain:
* Memperbanyak istighfar dan taubat
* Memanjatkan doa dan dzikir
* Membaca Al-Qur’an
* Menjaga hubungan baik dengan sesama dan menghindari permusuhan
Malam Nisfu Sya’ban sejatinya menjadi momentum muhasabah diri. Umat Islam diajak untuk mengevaluasi amal, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT sebelum memasuki bulan Ramadan.
Dengan memaknai Nisfu Sya’ban secara tepat, diharapkan setiap Muslim dapat meningkatkan kualitas iman dan mempersiapkan diri secara ruhani menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan penuh harap kepada ampunan Allah SWT.


Leave a Reply