ANAK SUSAH MAKAN SAYUR? INTIP SERUNYA BELAJAR LIFE SKILL MEMETIK SAYUR DI SD KHAIRUNNAS 2

ANAK SUSAH MAKAN SAYUR?

INTIP SERUNYA BELAJAR LIFE SKILL MEMETIK SAYUR DI SD KHAIRUNNAS 2

Penulis: Ustadzah Ainur Rohmah

Editor: Ustadzah Ratnatus Sa’idah

Data terbaru tahun 2025 menunjukkan adanya tren yang mengkhawatirkan terkait pola konsumsi buah dan sayur di Indonesia, terutama pada anak-anak dan generasi muda. Hasil analisis Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkapkan bahwa hampir seluruh anak Indonesia usia 5–9 tahun belum memenuhi standar konsumsi buah dan sayur yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun pemerintah. Dari survei tersebut, hanya sekitar 2,3 persen anak yang mengonsumsi buah dan sayur sesuai anjuran, sementara sisanya, yakni 97,7 persen, masih berada di bawah batas minimum konsumsi harian yang dianjurkan (Literasi Nutrisi: Orang Indonesia Kurang Makan Buah dan Sayur, Kompas, 2025).

Kondisi ini tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan pola konsumsi masyarakat Indonesia secara umum yang juga masih jauh dari ideal. Sebagian besar penduduk Indonesia hanya mengkonsumsi satu hingga dua porsi buah dan sayur per hari, padahal WHO merekomendasikan konsumsi minimal 400 gram buah dan sayur atau setara dengan lima porsi setiap hari. Rendahnya konsumsi ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam jangka panjang.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak terhadap sayur adalah kurangnya edukasi dan pengenalan secara nyata sejak dini. Banyak anak tidak terbiasa melihat, menyentuh, apalagi terlibat langsung dalam proses pengolahan sayuran. Di sisi lain, perubahan gaya hidup yang cenderung mengarah pada konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori tetapi rendah serat, semakin memperkuat jarak anak dengan makanan sehat seperti sayur dan buah.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang penting bagi program pembelajaran yang diterapkan di SD Khairunnas 2 – Sekolah di Masjid. Sekolah ini tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen mengembangkan keterampilan hidup (life skill) yang bermanfaat bagi peserta didik. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran praktik bagi siswa kelas 1 melalui aktivitas memetik sayuran, mulai dari kangkung hingga siap diolah untuk dimasak.

Kegiatan memetik sayuran ini dirancang untuk mengenalkan anak pada proses alam secara langsung, sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Dengan terlibat langsung dalam proses memetik, membersihkan, dan menyiapkan sayuran, anak-anak mendapatkan pengalaman nyata yang menyenangkan serta penuh makna. Pengalaman tersebut membantu mereka memahami bahwa makanan sehat berasal dari proses yang alami dan membutuhkan perhatian.

Selain itu, aktivitas memetik sayuran juga berperan penting dalam melatih perkembangan motorik anak. Koordinasi antara gerak tangan dan mata terasah ketika anak belajar memegang, meraba, hingga memetik sayuran dengan hati-hati. Kegiatan ini menjadi sarana latihan motorik halus dan kasar yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak di usia dini.

Menariknya, banyak anak yang sebelumnya enggan mengkonsumsi sayur justru menunjukkan perubahan sikap setelah mengikuti kegiatan ini. Rasa bangga dan senang karena berhasil memetik serta menyiapkan sayuran sendiri secara alami menumbuhkan ketertarikan untuk mencicipi dan mengonsumsi sayur. Dari pengalaman sederhana ini, muncul kesadaran bahwa sayur bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan life skill sederhana namun bermakna ini, SD Khairunnas 2 berupaya menanamkan kebiasaan baik sejak dini, seperti kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap makanan sehat. Diharapkan, pengalaman ini menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar dalam pembentukan karakter dan pola hidup sehat peserta didik, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar gizi di tengah tantangan era modern.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to Top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x