fbpx

Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul qadr atau Malam Kemuliaan adalah malam diturunkannya Al-Qur’an oleh Allah dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Malam ini dilukiskan lebih baik daripada 1.000 bulan. Diriwayatkan, Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam mencari malam tersebut pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Kisah Lailatulqadar terekam melalui firman Allah dalam surah Al-Qadr ayat 1-5 sebagai berikut.

 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

 Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Demikian mulianya malam lailatul qadar seperti disebutkan melalui surah diatas. Bahkan, kemuliaannya itu mampu melebihi jumlah seribu bulan. Dalam Al-Qur’an, tidak ada keterangan pasti tentang kapan lailatul qadar terjadi. Nabi Muhammad sendiri diriwayatkan menganjurkan umat Islam untuk mencari malam kemuliaan ini pada 10 hari terakhir Ramadan, baik dalam redaksi “sembilan atau sepuluh hari terakhir Ramadan” (H.R Muslim) atau “tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadan” (H.R. Bukhari). Lailatulqadar punya keterkaitan erat dengan Nuzulul Quran. Jumhur ulama berpendapat, lailatulqadar adalah turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah secara keseluruhan. Namun kemudian Al-Quran diturunkan kepada umat manusia melalui wahyu yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad secara bertahap. Nuzulquran adalah turunnya Alquran dalam metode tersebut untuk pertama kali, yaitu Surah Al Alaq 1 sampai 5. Daam Surah al-Anfal:43 disebutkan ” … jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqaan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan”. Hari Furqaan (pembeda) dalam ayat tersebut cenderung dipahami sebagai hari terjadinya Perang Badar, karena dalam perang tersebut, terjadi pembeda antara yang haq (Islam) dengan yang batil. Umat Islam yang hanya berjumlah 313 orang menang atas pasukan Quraisy dengan kekuatan tiga kali lipat. Banyak ahli sejarah yang berpendapat, Perang Badar terjadi pada 13 Maret 624 M atau 17 Ramadan 2 H. Dalam hal ini, malam 17 Ramadan diperingati sebagai malam Nuzululquran. Baca juga: Kemuliaan Lailatulqadar dan Amalan untuk Menyambutnya Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an (199) ada tiga jenis makna qadar yang terkait dengan malam lailatul qadar. 1. Penetapan Qadar dalam arti penetapan atau pengaturan adalah penetapan Allah terhadap perjalanan hidup manusia. Pada malam tersebut, Allah mengatur dan menetapkan strategi bagi Nabi Muhammad agar memberi petunjuk agama yang benar kepada manusia. Rujukannya adalah Surah ad-Dukhan:3, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. 2. Kemuliaan Maksudnya, Malam lailatul qadr merupakan malam mulia yang tidak memiliki bandingan. Disebu tidak berbanding karena malam itu dipilih sebagai waktu turunnya Al-Qur’an. Kata qadar yang berarti mulia dapat ditemukan dalam Surah Al-An’am:91, “Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, ketika mereka berkata “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”). 3. Sempit Lailatukadar diartikan sebagai malam yang sempit lantaran banyaknya malaikat yang diturunkan ke bumi untuk mengatur segala urusan. Selain itu, pada saat tersebut merupakan waktu diaturnya segala rezeki bagi manusia. Ini merujuk pada Surah Al-Qadr:4, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Malam Lailatul Qadr
Donasi mudah di zakatkita.org

Amalan Malam Lailatul Qadr Seperti diketahui, memang tidak jelaskan kapan tepatnya manusia bisa memperoleh lailatur qadar pada malam-malam di bulan ramadan. Meskipun demikian, ada beberapa jenis amalan yang bisa dikerjakan seorang muslim. Di antara amalan-amalan tersebut adalah memperbanyak bacaan Al-Qur’an, melakukan zikir, serta membaca doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia. Mengenai doa ini, dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar. “Kami riwayatkan dari sanad yang sahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?” Rasulullah menjawab, “Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).” Amalan di atas sebaiknya tidak hanya dilakukan pada malam hari saja demi mendapatkan lailatulqadar, tetapi juga pada siang hari kala sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Informasi lengkap tentang Pesantren Khairunnas bisa dicek disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top