Pengetahuan Finansial di Era Millenials

Di era Revolusi Industri 4.0 menghadirkan teknologi yang serba mudah bagi kehidupan manusia, bisa berdampak positif dan negatif bagi penggunanya. Salah satu contoh kemudahan yang dirasakan yaitu teknologi dalam bidang Online Shop. Sekarang banyak sekali pasar abstrak yang hadir di era milineal ini, keinginan masyarakat akan barang dan jasa sekarang sangat mudah sekali dipenuhi dengan adanya Online Shop. Kemudahan ini juga membentuk budaya konsumtif masyarakat melalui paparan informasi yang menjadi pemicu untuk berbelanja. Sifat konsumtif ini menyerang generasi milenial yang belum paham cara mengelola finansial mereka, Finansial Millenials.

Pengetahuan pengelolaan finansial ternyata sangat penting untuk mengelola keuangan seseorang, supaya terjadi keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. Sejak tahun 2016 OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah menggalakkan literasi finansial bagi masyarakat. Dengan literasi keuangan diharapkan masyarakat, terutama para generasi muda bisa mengelola keuangan mereka secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Pengetahuan finansial harus diberian kepada anak sedini mungkin. Karena dengan pengenalan pengelolaan finansial akan membuat anak terbiasa mengelola keuangan dengan baik dan benar dimasa yang akan datang.


Finansial Millennials

Pengetahuan finansial kepada anak jaman sekarang tidak hanya mengenalkan uang sebagai alat tukar menukar saja, akan tetapi pengetahuan finansial pada anak adalah sebuah konsep tentang mengelola keuangan secara bijak dan mengontrol pengeluaran keuangan dengan bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sebatas keinginan. Karena anak-anak sekarang membelanjakan uang atas dasar apa yang mereka sukai bukan atas dasar apa yang mereka butuhkan. Dengan pengenalan tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan pada anak akan membuat anak paham sehingga terbiasa untuk mengendalikan uang mereka. Selain pengetahuan perbedaan kebutuhan dan keinginan pada anak, membuat skala prioritas kebutuhan juga sangat penting untuk mengontrol keuangan anak. Apabila sudah diterapkan, anak akan secara otomatis akan membuat list kebutuhan mana yang akan dipenuhi terlebih dahulu dengan uang yang mereka miliki. Apabila konsep tersebut sudah dimengerti oleh anak maka keuangan anak tersebut bisa terorganisir dan akan membuat sebuah habit yang bagus tentang keuangan dimasa yang akan datang. Finansial Millenials.

Pengenalan pengelolaan finansial pada anak harus dilakukan bersama-sama antara pihak keluarga dan sekolah. Hal yang bisa dilakukan keluarga untuk memperkenalkan pengelolaan finasial antara lain, memberikan pengertian mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menanbung, mulai mengenalkan anak pada lembaga keuangan. Di seolah biasanya sudah ada materi di salah satu mata pelajaran yang mengenalkan tentang kegiatan keuangan seperti mengenalkan tentang skala prioritas, fungsi konsumsi dan produksi, serta pengarahan karir yang akan diambil di masa datang. Pembiasaan di sekolah tentang manajemen uang saku jika diterapkan akan membentuk pribadi anak untuk bisa mengelola uang saku mereka. Dengan pengenalan pengelolaan finansial yang dilakukan sejak dini akan memberikan bekal anak dan fondasi yang kuat untuk memahami masalah keuangan disekitar mereka.

Di Pesantren Khairunnas Santri akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Unggulan Surabaya

By : Evin Nuryanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top