Setiap pagi di TK Khairunnas, ada momen yang selalu berhasil mencuri perhatian. Bukan karena mewah, bukan karena ramai tapi karena maknanya dalam. Anak-anak berbaris rapi. Lalu, dengan suara polos tapi penuh semangat, mereka mulai membaca Pancasila bersama. Ada yang masih terbata. Ada yang suaranya paling keras. Ada juga yang sambil sesekali melirik temannya. Tapi justru

