Hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullah SAW

Hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang kisah hidupnya patut dicontoh dan menjadi suri tauladan bagi semua umat Islam. Beliau merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang membawa syafaat bagi seluruh umat muslim di dunia. Sudah sepatutnya umat muslim mengetahui kisah teladan Nabi Muhammad SAW.

Membaca dan mempelajari kisah teladan para nabi dan rasul termasuk di dalamnya Nabi Muhammad SAW bisa dibiasakan sejak kecil. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan oleh anak-anak, baik dalam berperilaku maupun bertutur kata.

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

Ada banyak kisah Nabi Muhammad SAW yang bisa diceritakan sebagai suri tauladan umat muslim di seluruh dunia. Semua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan semua perkataan beliau adalah hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan panutan.

Akan tetapi, ada lima kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang sangat menyentuh dan menginspirasi siapapun yang membaca kisah ini. Simak kisahnya berikut ini:

1. Kisah 8 Dirham

Salah satu dari sekian banyak kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang paling terkenal adalah kisah 8 dirham.

Dalam kisah ini, diceritakan Nabi Muhammad SAW memperhatikan baju yang dikenakannya sudah mulai lusuh dan usang. Baju tersebut merupakan satu-satunya baju yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW Membantu Budak Wanita yang Kehilangan Uang

Dengan berbekal rezeki uang sebanyak 8 dirham, Rasulullah SAW berniat untuk membeli pakaian baru untuk dirinya sendiri. Beliau pun bergegas pergi menuju pasar. Di tengah perjalanan, Rasulullah SAW teralihkan oleh seorang budak wanita yang menangis tersedu-sedu.

Rasulullah SAW pun bertanya padanya dengan lemah lembut, “Apa yang terjadi padamu?”.

Kemudian budak wanita tadi menjawab, “Ya Rasulullah, uang sebanyak 4 dirham yang diberikan oleh majikanku hilang. Uang tersebut akan aku gunakan untuk membeli berbagai kebutuhan mereka. Karenanya, aku tidak berani kembali ke rumah,”.

Dengan kemurahan hatinya, Rasulullah SAW memberikan 4 dirham yang beliau miliki kepada wanita tersebut. Kini uang Rasulullah SAW hanya tinggal 4 dirham. Beliau pun bergegas kembali melanjutkan perjalanan untuk membeli pakaian yang diinginkannya.

Rasulullah SAW Menolong Orang yang Kelaparan

Sesampainya di pasar, Nabi Muhammad SAW mendengar ada seseorang yang memanggil dirinya dan meminta tolong karena ia kelaparan dan tidak memiliki uang sama sekali. Lagi-lagi, dengan kemuliaan hatinya, Rasulullah SAW memberikannya uang sebesar 2 dirham.

Sisa uang Rasullullah SAW tinggal 2 dirham. Beliau pun masuk ke pasar dan membeli baju seharga 2 dirham, sesuai dengan sisa uang yang dimilikinya. Setelahnya, Nabi Muhammad SAW tidak membuang waktu di pasar dan segera kembali menuju arah pulang.

Rasulullah SAW Memberikan Pakaian kepada Orang yang Bertelanjang Dada

Kemudian di tengah perjalanan, beliau mendengar seseorang yang tidak menggunakan pakaian (atasan) berteriak-teriak, “Siapapun yang memberikan aku pakaian, maka Allah SWT akan memberikannya pakaian dari surga!”.

Nabi Muhammad SAW pun menghampirinya lalu memberikannya pakaian seharga 2 dirham yang baru saja dibelinya. Rasulullah SAW pun pulang dengan tangan hampa, tanpa memiliki uang ataupun pakaian yang diinginkannya.

Rasulullah SAW Membantu Budak Wanita Menemui Majikannya

Kisah teladan Nabi Muhammad SAW tentang 8 dirham belum selesai sampai di situ. Di perjalanan pulang, beliau kembali bertemu dengan budak wanita yang menangis karena kehilangan uang tadi. Hamba sayaha tersebut tidak berani pulang ke rumah majikannya karena sudah terlambat.

Nabi Muhammad SAW pun bersedia mengantarkan wanita tadi dan berkata akan membantunya berbicara dengan majikannya. Sesampainya di rumah majikan budak Wanita tersebut, Nabi Muhammad mengetuk pintu sembari mengucapkan salam.

Salamnya yang pertama dan kedua tidak mendapatkan jawaban. Setelah mengetuk dan memberi salam tiga kali, barulah majikan wanita tersebut membukakan pintu. Majikan wanita tersebut sangat Bahagia melihat Rasulullah SAW datang bertamu ke rumahnya.

Rasulullah SAW menyampaikan bahwa budak wanita tersebut terlambat pulang karena suatu hal dan yang lainnya. Beliau juga berkata bahwa apabila majikannya ingin menghukum bukan wanita tadi, maka Nabi Muhammad SAW bersedia menggantikannya untuk menerima hukuman.

Majikan budak wanita tersebut merasa tersentuh dengan kebaikan dan budi pekerti Rasulullah SAW. Tanpa berpikir panjang, majikan budak wanita tadi bahkan membebaskannya tanpa syarat apapun. Mendengar hal tersebut, sang budak wanita merasa sangat bahagia dan bersyukur.

Nabi Muhammad SAW pun pulang dengan rasa senang, beliau bahkan tidak menyangka berkah dari uang 8 dirham yang dimilikinya bisa untuk mengatasi rasa takut seseorang, memberi makan orang kelaparan, memberikan pakaian untuk yang membutuhkan dan membebaskan seorang budak.

Baca Juga : Manfaat Pendidikan

2. Kisah Pengemis Yahudi Buta

Kisah lainnya yang juga termasuk ke dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang banyak diceritakan adalah tentang pengemis yahudi yang buta. Pengemis ini tinggal di sebuah pasar yang ada di kota Madinah.

Selain mengemis, pengemis buta ini selalu berteriak menyuarakan rasa ketidaksukaannya terhadap Rasulullah SAW. Ia bahkan tak ragu mengucapkan sumpah serapah, mengutuk dan menghina Rasulullah SAW. Setiap hari ia mengejek dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah orang gila.

Pengemis Buta Tidak Sendirian

Pengemis buta ini tidak memiliki siapa-siapa. Tidak ada anggota keluarga yang mendampinginya selama ia mengemis di pasar. Akan tetapi, ia memiliki seseorang yang dengan setia dan sabar menyuapinya hingga makanannya habis.

Tanpa menjawab sedikitpun, orang tersebut mendengarkan cacian dan hinaan yang dilontarkan oleh orang buta untuk Nabi Muhammad SAW. Pengemis buta ini merasa senang dengan bantuan yang diberikan oleh seseorang tersebut, meski ia tidak pernah mengetahui siapa sosok orang baik ini.

Kedatangan Abu Bakar Ash Shiddiq

Beberapa waktu kemudian, pengemis buta ini kehilangan sosok yang selalu menyuapinya. Orang tersebut sudah tidak pernah datang lagi. Tidak ada lagi orang yang dengan sukarela memberi makan pengemis buta tersebut.

Suatu hari, datanglah Abu Bakar Ash Shiddiq ke pasar Madinah dan mendapati pengemis buta tersebut sedang berteriak dan menhina dina Nabi Muhammad SAW. Amarah Abu Bakar memuncak, namun beliau masih bisa menahan diri untuk tidak menghardik pengemis buta tersebut.

Abu Bakar kemudian mulai menyuapi pengemis buta tersebut sambil menahan marahnya, mendengar Rasulullah SAW dicaci dan dijelek-jelekkan. Pengemis buta tersebut sadar bahwa orang yang menyuapinya bukanlah orang yang biasa datang.

“Aku yang biasa menyuapimu,” ujar Abu Bakar.

Pengemis buta itu tidak percaya dan berkata bahwa orang yang biasa datang menyuapinya selalu menghaluskan makanan terlbih dahulu sebelum menyuapinya, sehingga ia makan dengan sangat mudah dan tidak kesulitan.

Mendengar ucapan pengemis tersebut, Abu Bakar tak kuasa menahan air matanya. Beliau pun menangis terisak-isak dan mengakui bahwa beliau bukanlah orang yang biasa datang dan menyuapi pengemis tadi. Beliau juga mengatakan tak akan bisa bersikap selemah lembut orang tersebut.

Pengemis Buta Sadar akan Perilaku Buruknya

Pengemis buta pun bertanya kepada Abu Bakar ke mana orang yang biasa datang dan menyuapinya? Abu Bakar menjawab kalau orang tersebut sudah meninggal dunia. Beliau datang menggantikannya karena ingin meneruskan amalannya.

Abu Bakar pun bercerita bahwa yang datang menyuapinya selama ini adalah Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang selama ini dicaci, dihina dan direndahkan oleh pengemis tersebut di depan semua orang yang ada di pasar. Tertegun mendengar ucapan Abu Bakar, pengemis buta itu pun perlahan menyadari perlakuan kasar dan buruknya kepada Nabi Muhammad SAW, orang yang selama ini telah membantunya dengan sabar dan ikhlas.

Pengemis but aitu pun ikut menangis menyesali perbuatannya. Ia pun langsung mengutarakan niatnya untuk masuk Islam kepada Abu Bakar As Shiddiq dan mengucapkan dua kalimat syahadat setelahnya. Sungguh kasih sayang dan sifat lemah lembut yang ditunjukkan dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW ini dapat menyentuh hati setiap orang.

3. Kisah Nabi Muhammad SAW yang Tidak Suka Menyimpan Harta

Kisah teladan para Nabi dan Rasul yang terakhir adalah tentang kisah Nabi Muhammad SAW yang gemar bersedekah dan tidak suka menyimpan harta di rumahnya. Dalam cerita ini, dikisahkan Nabi Muhammad SAW sedang berada dalam kondisi kesehatan yang semakin menurun.

Beliau bertanya kepada istrinya, Aisyah RA mengenai uang yang pernah dititipkannya beberapa waktu yang lalu. Nabi Muhammad SAW pun meminta Aisyah untuk membagikan uang tersebut untuk orang-orang yang membutuhkan, membelanjakannya di jalan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW merasa malu sekali apabila sudah saatnya beliau dipanggil oleh Allah SWT, masih ada sisa harta yang disimpannya sendiri. Dari kisah ini, dapat dilihat bahwa meskipun sedang dalam kondisi sakit, Nabi Muhammad SAW selalu memikirkan orang lain dan tidak ingin memakan hartanya sendiri.

Sungguh kisah ini merupakan kisah yang patut menjadi suri tauladan bagi semua umat muslim. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, perlu diingat bahwa di dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain.

Sedekah, Amalan yang Disukai oleh Rasulullah SAW

Dari ketiga kisah Nabi Muhammad SAW di atas, terlihat bahwa Rasulullah SAW merupakan orang yang gemar bersedekah. Ketika beliau hanya memiliki 8 dirham untuk membeli pakaian, beliau ikhlas memberikan uangnya bagi orang-orang yang membutuhkan.

Demikian pula ketika Rasulullah SAW dihina dan dicemooh oleh seorang pengemis buta. Beliau tetap memberikan sebagian rezeki yang dimilikinya dengan memberi makan pengemis tersebut meskipun ia setiap hari menghina dirinya di depan orang-orang yang datang ke pasar.

Di kisah terakhir, Nabi Muhammad SAW dalam masa sakitnya masih memikirkan betapa meruginya beliau jika menghadap Allah SWT dalam kondisi masih menyimpan harta di dalam rumahnya. Ini bisa menjadi pelajaran bagi umat muslim semua untuk berlomba-lomba melakukan sedekah.

 

Klik gambar untuk pendaftaran KEPQ :

 

Source : Yatim Mandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top