Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Peringatan Nisfu Syaban menjadi salah satu momen yang begitu dinantikan oleh umat muslim. Nisfu Syaban adalah peringatan tanggal 15 bulan kedelapan dari kalender Islam dan di tahun ini peringatannya jatuh pada hari Minggu, 28 Maret 2021.

Malam Nisfu Syaban sangat istimewa, pasalnya malam Nisfu Syaban juga disebut sebagai malam pengampunan. Ya, pada malam-malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan, mengasihi mereka yang memohon kasih, menjawab setiap doa yang dipanjatkan, serta membebaskan orang dari siksa api neraka.

Salah satu amalan yang bisa dilakukan saat Nisfu Syaban adalah puasa. Puasa Nisfu Syaban juga bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh. Namun tak hanya itu, masih ada beberapa amalan yang dapat umat muslim lakukan pada malam Nisfu Syaban. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Zikir

Salah satu amalan yang bisa umat muslim lakukan saat malam Nisfu Syaban ialah perbanyak zikir. Zikir saat malam Nisfu Syaban akan memperbanyak pahala bagi Anda.

Sayyid Muhammad bin Alawi telah menjelaskan:

“Seyogianya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Syaban dan malam pertengahannya.”

Istighfar

Selain zikir, umat muslim juga dapat memperbanyak istighfar pada malam Nisfu Syaban. Istighfar dapat menjadi pembuka ampunan atas segala dosa-dosa yang telah dilakukan. Selain itu, istighfar juga dapat memudahkan rezeki. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Apalagi pada bulan Syaban dosa-dosa akan akan diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Doa

Pada saat malam Nisfu Syaban, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa. Selain memohon pengampunan, umat muslim dapat memanjatkan doa meminta keberkahan dan keridhoan Allah SWT.

Hadis riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan:

“(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” HR. Al-Baihaqi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top