Pendidikan di Masa Pandemi | Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi

Pendidikan di Masa Pandemi – Pada masa pandemi Covid-19 membuat banyak yang dilakukan di rumah. Situasi ini merupakan realitas baru yang juga dialami dunia pendidikan utamanya terjadi pada pengajaran pendidikan anak usia dini.

Jadi, mau tidak mau, suka atau tidak, semua pihak mulai guru, orangtua, dan murid harus siap menjalani kehidupan baru lewat pendekatan belajar menggunakan teknologi informasi dan media elektronik agar proses pengajaran dapat berlangsung dengan baik. Pada konteks yang lain, semua pihak diharapkan tetap bisa optimal menjalankan peran barunya dalam proses belajar-mengajar di masa pandemi ini.

Daycare - TK - KB Khairunnas

Demi terselenggaranya tujuan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai. Berdasarkan penilaian Kemendikbud, kegiatan belajar-mengakar dengan memanfaatkan teknologi akan menjadi hal yang mendasar. Dan ia juga menyebutkan, pemanfaatan teknologi memberi kesempatan kepada sekolah melakukan berbagai modeling kegiatan belajar. ” Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, seperti diberitakan Kompas.com, Jum’at (3/7/2020).

Ini merupakan tantangan bagi para pendidik, orang tua dan murid untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan alat elektronik, seperti laptop dan handphone.

Itu semua membutuhkan adaptasi agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Sebagai seorang pendidik juga harus memberikan pembelajaran kepada murid-muridnya dengan cara yang lebih kreatif meskipun melalui pembelajaran jarak jauh agar murid tidak merasa bosan ataupun kurang semangat.

Contohnya, salah satu sekolah di Surabaya yaitu TK Khairunnas ketika masa pandemi seperti ini menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh melalui zoom dan video call. Karna jika hanya salah satu saja, maka kurang efektif, jadi memutuskan untuk menggunakan pembelajaran dengan cara tersebut. Cara penerapannya yaitu, ketika sekitar 1 jam kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui zoom agar materi dapat tersampaikan dengan baik dan bisa difahami oleh murid. Selanjutnya dilanjutkan dengan video call untuk setoran membaca buku, membaca ummi dan juga setoran hafalan yang dimulai dari juz 30.

Dengan cara seperti itu, pendidik dan orangtua murid akan merasakan nyaman untuk menamani anak dalam belajar meskipun dengan pembelajaran jarak jauh. Terutama murid akan merasa senang untuk belajar, karna setiap hari materi yang disampaikan juga bervariasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top