Saat Berat bersama Al – Quran

Saat Berat bersama Al-Quran

Saat Berat bersama Al – Quran

Waktu terasa melambat saat kita membaca Al – Quran, baru sebentar rasanya sudah lumutan. Kursi yang empuk tiba-tiba terasa tak nyaman, seperti berpaku, bikin resah dan gelisah.

Pikiran tiba-tiba riuh, “aku harus melakukan ini, aku belum melakukan itu”. Mental terjeremban saat kita menghafal Al-Quran, baru sebentar mengulang, sudah menghakimi diri macam-macam, “sudahlah, saya tidak bakat!”. Beribu alasan berdatangan, saat ingin belajar tafsir Al-Quran, akhirnya tertunda lagi dan lagi.

Selain bersebab kondisi hati yang kotor, pada dasarnya Al-Quran memang berat. Bahkan gunung pun hancur lebur jika harus memikul amanatnya. Rasulullah SAW sendiri menanggung beban yang sungguh berat saat menerima wahyu.

Salah seorang sahabat yang pahanya dijadikan sandaran oleh Rasulullah SAW, mengaku pahanya terasa ingin pecah saat wahyu itu turun. Unta yang dinaiki Rasulullah SAW sampai terduduk, dan baru bisa bangun kembali saat wahyu selesai diturunkan.

Keringat Rasulullah SAW bercucuran dengan deras saat wahyu turun, padahal saat itu musim dingin. Rasulullah SAW juga pernah mengatakan, “Rasanya hidupku akan berakhir,” saking beratnya Al-Quran dari langit ketujuh itu turun ke dalam hatinya.

Jangan tanya perjuangan Rasulullah SAW menyampaikan, mengamalkan, dan mendakwahkan Al-Quran. Tentu jauh lebih berat! Namun, apakah beratnya Al-Quran ini menjadi alasan untuk kita tidak membersamai Al-Quran?

Tahukah, di dalam Al-Quran, Allah hanya menyebutkan dua kali “tsaqila”, “Qoulan Tsaqila”, Perkatataan yang Berat (Al-Quran) dalam Qs. Al-Muzammil ayat 5, dan “Yauman Tsaqila”, Hari yang berat (Akhirat) dalam Qs. Al-Insan ayat 27. Para ulama yang meneliti dan menganalisis mukjizat ini mencari tahu apa hikmah yang hendak Allah sampaikan dari dua “tsaqila”. Kalau harakat saja mengandung makna, apalagi sebuah kata.

 Lalu bagimana ? agar kita senantiasa semangat dalam membaca al-Qur’an :

  1. Saat rasa malas membaca al-Qur’an hadir, sadarilah bahwa kamu sedang dalam kondisi malas, sadari pula bahwa jauh dari Al-Qur’an saat itu pula kita jauh dari Allah maka kondisi ini akan berdampak negative bagi hidupmu, dengan menyadarinya, maka kita sudah menumbuhkan bibit niat untuk menyembuhkan diri dari rasa malas.
  2. Lawanlah rasa malas dengan terus berlari, berlarilah terus untuk meraih keberkahan dalam hidup dengan semangat membaca al-Qur’an dan jangan biarkan kemalasan itu menang dan menguasaimu.

Harta karun pun terungkap! Allah hendak menyampaikan, saat kita di dunia mau berlelah-lelah memikul beratnya Al-Quran, maka akhirat akan kita lalui dengan mudah. Begitu juga sebaliknya, saat di dunia kita tidak mau memikul beratnya Al-Quran, maka bersiaplah memikul hari akhirat yang beratnya tak tertanggung!

Memang untuk bisa membaca Al-Quran setiap hari, perlu upaya meneguhkan hati, memaksa jiwa yang malas berkali-kali. Berat memang menghafal Al-Quran, butuh pengorbanan luar biasa saat kita mau meluangkan waktu, mengulang-ngulang bacaan, memurojaahnya seumur hidup.

Berat memang menyampaikan Al-Quran, kita harus mempelajari, mengamalkan, lalu belajar menyampaikan. Belum baper-bapernya kalau tak berbalas apresiasi dan diacuhkan manusia. Berat memang mengaplikasikan Al-Quran dalam hidup kita, berkali-kali kita akan jatuh, dan berjuang bangkit dari kegagalan.

Usahakan meskipun berat memang.. tapi akan lebih berat lagi jika kita tidak membersamai Al-Quran di dunia. Entah bagaimana nasib kita, jika di akhirat tak ada Al-Quran yang akan menerangi dan menaungi. Tak ada Al-Quran yang akan menemani di tengah kalutnya diri menghadapi hari perhitungan. Tak ada Al-Quran yang akan membela dan memberi syafaat saat timbangan amal kita doyong ke kiri.

Maka, saat perasaan berat itu datang, pilihlah.. mau berlelah-lelah bersama beratnya Al-Quran di dunia, atau berpayah-payah seorang diri di hari yang berat nanti?

Baca Juga : Mudah Memaafkan 

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to Top