Sudahkah Kita Berbakti Kepada Kedua Orang Tua?

Birrul Walidain berasal dari terminologi Arab yang berarti berbakti kepada orangtua/ berbakti kepada kedua orangtua. Islam sangat memperhatikan perihal berbakti kepada orang tua, Berbakti kepada orangtua adalah bagian dari ajaran Islam yang perintahnya terdapat di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh sebab itu menjadi keutamaan bagi seorang mukallaf untuk mengetahui urgensi berbakti kepada kedua orangtua sehingga mereka dapat mendulang pahala yang berlimpah dari amaliah ini.

berbakti kepada kedua orang tua

Dalil Al-Qur’an Berbakti Kepada Orangtua

Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) berfirman,

‎وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ‎وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya:

Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepadamu agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, ‘Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku diwaktu kecil’. – 

QS. Al-Israa’ (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 23-24.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

‎وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya:

Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan dirinya. – 

Q.S. An-Nisaa’ (Wanita) [4]: 36.

Dalil Hadits Berbakti Kepada Orangtua

Dari Shahabat Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin Mas’ud رضى الله عنه, ia berkata:

Aku bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم “Amalan apa yang paling dicintai Allah?” Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua).” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’. 

–Hadits Shahih: Riwayat Imam Al-Bukhari no. 572 kitab Mawaqit As-Shalah, 

Imam At-Trimidzi no. 173 kitab As-Shalah lafadzh di atas milik Imam Al-Bukhari.

Dalam hadits ini Nabi صلى الله عليه وسلم menyebutkan 3 (tiga) amalan yang dicintai oleh Allah عزَ وجل (Mahamulia dan Mahaagung):

  • Shalat di awal waktu;
  • Birrul Walidain (Berbakti kepada Orangtua);
  • Jihad Fii Sabilillaah.


salah satu contoh birrul walidain adalah menyuapi ibu dengan tangannya, seperti yang dikisahkan oleh sahabat nabi berikut:

Dari Muhammad bin Sirin رحمه الله‎‎, dia berkata, “Di zaman Utsman bin Affan رضى الله عنه , harga pohon kurma mencapai seribu dirham, lalu Usamah bin Zaid bin Haritsah رضى الله عنه  (Shahabat Nabi, wafat 54 Hijriah) menuju satu pohon kurma, lalu menebangnya dan mengambil hati pohon kurma (yang terletak di pucuknya) dan menyuapkannya kepada ibunya. Maka mereka bertanya kepadanya, ‘Apa yang mendorongmu melakukan tindakan ini, padahal engkau mengetahui bahwa satu pohon berharga seribu dirham.’ Dia menjawab, ‘Sesungguhnya Ibuku (Yaitu Ummu Aiman رضي الله عنها) memintanya, dan tidaklah dia meminta kepadaku sesuatu yang aku mampu memenuhinya, melainkan pasti aku akan memberikannya’.” (Shifah ash-Shafwah, 1/522).

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top