Amalan di Bulan Ramadhan Agar Pahala Berlipat Ganda

Amalan di Bulan Ramadhan Agar Pahala Berlipat Ganda. Di bulan Ramadan, umat Islam wajib berpuasa. Selain itu, masih banyak juga amalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan. Sebagai bulan yang penuh ampunan, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Memang, di bulan lain amalan dan perbuatan tersebut juga berpahala serta tak kalah baik. Tapi, amalan bulan Ramadan yang dilakukan secara rutin mendapatkan berkah yang melimpah.

Apa saja amalan-amalan yang dianjurkan tersebut?

Amalan Bulan Ramadan Terbaik

Studi di Journal of Religion mencatat, bulan Ramadan memiliki tujuan sakral, pemersatu, dan integrasi bagi keluarga. Oleh karena itu, ada banyak amalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan bersama, di antaranya:

1. Salat atau Ibadah Malam

Salat

Jangan sampai melewatkan rutinitas salat malam ketika bulan Ramadan. Karena amalan bulan Ramadan ini jika dikerjakan di bulan lainnya saja juga bernilai pahala besar. Melansir dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, sebuah amalan di bulan lainnya yang dikerjakan di bulan Ramadan bernilai pahala yang berkali lipat.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa yang pada bulan itu (Ramadan) mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya,” (HR. Bukhori-Muslim).

Ibadah malam ini bisa dengan salat tahajud yang dilakukan sepertiga waktu dini hari.

2. Berpuasa Jika Mampu

Pada bulan Ramadan, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh semua kaum muslim yang mampu. Setiap amalan di bulan Ramadan akan dilipatkan mulai dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat kecuali puasa. Sebab, Allah SWT sendiri yang akan membalasnya.

Untuk membahas amalan bulan Ramadan ini, Rasulullah SAW bersabda :

”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Buka Puasa dengan Makanan Manis

Disunahkan untuk melakukan amalan bulan Ramadan dengan berbuka makan-makanan yang manis, air hangat, dan susu. Ali bin Abi Thalib pun menyukai berbuka puasa dengan minuman susu.

Iman Ja’far ash shidiq berkata bahwa Rasulullah SAW apabila berbuka puasa, biasanya beliau memulai dengan memakan yang manis-manis. Jika tidak ada, maka beliau berbuka puasa dengan memakan gula atau kurma. Bahkan bila semua itu tidak ada, beliau berbuka puasa dengan meminum air hangat.

4. Segera Salat Magrib setelah Membatalkan Puasa

Disunahkan juga mendahulukan salat fardu Magrib sebelum berbuka puasa atau makan besar. Kecuali, apabila ada orang yang menunggu makan bersama.

Kesempatan yang besar untuk meraih pintu surga ini mungkin tidak datang dua kali, lho. Karena tidak ada yang bisa mengetahui apakah masih memiliki umur untuk kembali bertemu dengan Ramadan tahun depan. Bentuk rasa syukur bisa ditunjukan dengan melaksanakan amalan bulan Ramadan terbaik.

5. Fokus Beribadah di 10 Hari Terakhir

Berdoa

Pada 10 hari terakhir Ramadan, Allah SWT menjanjikan akan memberikan ampunan kepada umat Islam yang beribadah. Selain menjalankan sunah, amalan bulan Ramadan ini bisa menunjukkan keseriusan dari hari-hari sebelumnya.Sehingga, bisa memberikan amalan bulan puasa yang terbaik menjelang berakhir.

Menjelaskan hal ini, dalam salah satu hadis Rasulullah SAW bersabda :

“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya,” (HR Muslim).

6. Iktikaf atau Berdiam Diri

Amalan bulan Ramadan ini terkait dengan akan jatuhnya malam Lailatul Qadar. Ini akan terjadi pada satu malam di antara 10 hari terakhir Ramadan. Iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan tujuan ibadah, tentu saja akan mendapat pahala yang sangat besar.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda :

“Aku pernah melakukan itikaf pada sepuluh hari Ramadan yang pertama. Aku berkeinginan mencari Lailatul Qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beriktikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa Lailatul Qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. ‘Siapa saja yang ingin beritikaf di antara kalian, maka beriktikaflah.’ Lalu di antara para sahabat ada yang beriktikaf bersama beliau,” (HR Bukhari).

7. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Setiap malam ganjil terakhir yang diisyaratkan sebagai malam Lailatul Qadar, disunahkan memperbanyak ibadah, dzikir, dan membaca Alquran. Namun, amalan yang paling utama di malam ini adalah memperbanyak salat.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR Bukhari).

Lailatul Qadar merupakan seribu malam yang datang pada tanggal-tanggal ganjil di akhir bulan Ramadan. Seringnya, ini malam yang paling diharapkan adalah malam ke 27. Sesungguhnya, satu amal saleh yang dikerjakan pada bulan Ramadan, lebih baik daripada yang dikerjakan selama seribu bulan.

8. Memperbanyak Sedekah

Meski bisa dilakukan pada bulan-bulan lainnya tak ada salahnya memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan. Ini karena akan memiliki keistimewaan tersendiri. Jika dilakukan secara rutin selama satu bulan penuh, amalan bulan Ramadan ini akan menjadi kebiasaan baik.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata :

“Barang siapa mengeluarkan sedekah kepada orang miskin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Allah SWT pun akan menyediakan balasan untuknya berupa kebebasan, sebagaimana bebasnya Nabi Ismail AS dan penyembelihan.”

Amalan bulan Ramadan berupa sedekah ini juga penting untuk diupayakan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis, “Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan,” (HR. Bukhori-Muslim).

9. Memberi Makan Orang yang Membutuhkan

Memberi makan orang berbuka puasa juga bisa termasuk sedekah, yang merupakan amalan bulan Ramadan lainnya. Hal ini karena sedekah paling utama adalah yang dikerjakan di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda :

“Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun,” (HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani).

10. Tidak Melewatkan Sahur

Makan Sahur

Salah satu amalan bulan Ramadan yang disunahkan adalah makan sahur. Ini juga merupakan pembeda antara puasa kaum muslim dengan lainnya yang juga menjalankan puasa.

Rasulullah SAW bersabda : “Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya sebiji kurma.”

Ada beberapa tujuan utama dari makan sahur sebelum berpuasa, yakni sepert i:

  • Melaksanakan amalan sunnah saat Ramadan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
  • Memperoleh tenaga yang digunakan untuk beraktivitas seharian saat menjalankan puasa.

Selain itu, sahur juga bisa juga meningkatkan keikhlasan saat menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah SWT dan para malaikat berselawat atas orang-orang yang bersahur,”(HR. Ibnu Syaibah dan Ahmad).

11. Membaca Kitab Alquran

Amalan bulan Ramadan ini tentunya juga sebaiknya dilakukan di bulan-bulan lainnya. Namun, tentunya akan mendatangkan kebaikan lebih jika dilakukan di bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alquran. Ini sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al Baqarah: 185).

Selain itu, dalam sebuah hadis Ibnu ‘Abbas RA pernah berkata : “Dahulu malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadan, dan selanjutnya ia membaca Alquran bersamanya,” (HR Bukhari).

Membaca Alquran di bulan Ramadan ini berbeda dengan di hari-hari lainnya. Melansir laman Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, dijelaskan dalam sebuah hadis mengenai dilipatgandakannya pahala ketika membaca Alquran di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda, Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi)

12. Perbanyak Istigfar

Keistimewaan bulan Ramadan salah satunya adalah dibukanya gerbang ampunan untuk kaum Muslimin. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghapus dosa di masa lalu yaitu beristigfar sebanyak mungkin. Karena itulah memperbanyak istigfar juga jadi amalan bulan Ramadan yang dianjurkan. Selain istigfar, umat Muslim juga bisa menambahkan amalan lainnya seperti zikir dan doa. Sesungguhnya malam dan siang hari saat Ramadan adalah waktu mulia dan utama.

13. Berdoa di Waktu Tertentu

Selain itu, lakukan amalan berdoa khususnya pada waktu-waktu yang diijabah. Misalnya, saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.

Doa di sepertiga malam terakhir pun juga termasuk amalan Ramadan, karena Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman : “Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristigfar, pasti Aku ampuni dia,”

Beristigfar di waktu sahur pun bisa dijalani, seperti firman Allah SWT : “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah),”(QS. Al-Dzaariyat: 18).

14. Duduk di Masjid Sampai Matahari Terbit

Hal ini dimaksudkan agar setelah sahur dan salat Subuh, seseorang tidak kembali tidur dan tetap beraktivitas seperti biasa. Dalam sebuah hadis yang dikutip dari laman Rumaysho, terdapat penjelasan bahwa :

“Rasulullah SAW apabila ibadah Subuh, beliau duduk di tempat salatnya hingga matahari terbit,” (HR Muslim).

Tak hanya itu, adapula hadis yang menjelaskan bahwa : “Siapa salat Subuh dengan berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah SWT hingga matahari terbit, lalu salat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna,”(Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

15. Salat Tarawih

Salat Berjamaah

Salat Tarawih adalah ibadah sunah yang dikerjakan hanya pada malam bulan Ramadan. Mengenai hal ini, dalam salah satu hadisnya Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah menfardukan puasa Ramadan dan Aku telah mensunahkan salat di malam harinya. Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan salat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan rida dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya,”(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Amalan bulan Ramadan ini istimewa karena tidak dilakukan di bulan lainnya.

16. Ibadah Witir

Jika salat Tarawih akan berakhir, Witir bisa segera dilaksanakan. Salat Witir hukumnya sunah dan dikerjakan dengan rakaat ganjil. Dalam sebuah hadis dinyatakan : “Hai para pencita-cita Alquran, kerjakan salat Witir. Karena Allah itu tunggal, Ia suka bilangan yang witir (ganjil).”

Ini dikerjakan selapas salat Isya berjamah dan untuk jumlah 11 sampai 23 rakaat. Keutamaanya, jika dilakukan secara berjamaah hingga selesai, maka dicatat baginya salat sepanjang malam berlimpah pahala.

Selain itu dilansir dari laman Umma.id, Rasulullah SAW juga pernah bersabda : “Barang siapa yang mengerjakan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah SWT akan menghapuskan dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari dan Muslim).

17. Umrah pada Bulan Ramadan

Melaksanakan umrah di bulan yang suci ini memang sangat berbeda. Umrah pada saat bulan Ramadan pahalanya seperti melaksanakan Haji. Rasulullah SAW Bersabda : “Umrah pada bulan Ramadan menyerupai haji,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Selama umrah, amalan-amalan yang dilakukan pun akan berlipat ganda pahalanya.

Klik gambar untuk pendaftaran KEPQ

Source : Orami.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top