Budaya Santri di Pesantren

Budaya Santri di Pesantren

Budaya Santri di Pesantren – Kehidupan menjadi seorang Santri memang selalu memiliki banyak hal untuk terus dibincangkan. Mulai dari sejarah, pendidikan hingga keseharian yang dilakukan oleh para santri. Dididik dan ditempa untuk hidup mandiri sejak dini memang bukanlah hal yang mudah,  kehidupan menuntut para santri untuk bisa survive dari segala tantangan, baik dalam pembelajaran maupun dalam menjalani kehidupan di Pondok.

 

Berikut ada 5 budaya santri di pesantren yang bisa membuat rindu mondok, simak yuk!

  1. Tempat Tidur yang Fleksibel

Saat menjadi santri, kamu tidak pernah khawatir akan tidur dimana, santri akan lebih fleksibel soal tempat tidur, bahkan walaupun hanya beralaskan kain untuk ditiduri. Ini mengajarkan keyakinan dan kesederhanaan. Bukan hanya soal alas tidur, dimanapun santri berada pasti akan cepat untuk tidur. Lebih lagi ketika berjuang menghafal qur’an dan akhirnya ketiduran di masjid, Maa syaa Allah.

  1. Serba Ngantri

Budaya antre tak hanya ada di luar negeri, tapi juga sudah menjadi budaya bagi para santri. Baik itu antre saat mau mengambil makanan maupun antri saat mau menggunakan WC. Ini mengajarkan tentang ketertiban.

Dalam kehidupan dunia pesantren, tidak ada yang asing lagi dengan kata atau istilah antre. Antre dan antrean telah menjadi salah satu ciri khas kehidupan santri di pesantren. Karena banyaknya jumlah penghuni dalam suatu pesantren, maka segala kegiatan harus dilakukan secara bergantian dan dengan tertib. Mereka, para santri, harus mengantre mulai dari perkara mandi, berwudhu, mengambil makan, mencuci baju, menjemur pakaian, dan sebagainya.

Keseharian pesantren yang bisa jadi dianggap menyebalkan, karena segala sesuatu harus dilakukan dengan ngantre, sebenarnya sedang mengajarkan realitas kehidupan. Yaitu ngantre atau tertib. Dengan demikian, seorang santri adalah orang yang sanggup tertib di tengah-tengah masyarakat, menghargai siapa yang yang lebih didahulukan. Dengan ngantre setiap hari di pesantren, maka para santri akan terbiasa dan merasa nyaman saat mengantre dalam kehidupan.

  1. Menunggu Kiriman 

Menunggu kiriman dari orang tua merupakan hal yang sangat dinanti oleh para santri, jika kiriman dari orang tua datang itu bagaikan mendapatkan undian berhadiah. Kiriman itu bisa jadi obat rindu pada orang tua atau saudara di rumah. Tapi yakinlah bahwa kiriman tersebut tak akan bertahan lama karena seorang santri akan membagikan ke teman satu asramanya. Ini mengajarkan untuk terus berbagi.   

  1. Titip Cucian

Dengan padatnya kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren dan keterbatasan waktu, tak sedikit santri yang saling menitipkan cucian, hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu. Tak jarang pakaian yang dititipkan malah hilang entah kemana, Terkadang juga ada yang bagi tugas, satu mencuci satu lagi merapikan pakaian. ini mengajarkan tentang gotong royong dan percaya ke sesama. 

  1. Melakukan Semua Dengan Bersama

Hidup sebagai santri memang tidak bisa jika  dilakukan sendiri-sendiri saja, menjadi santri harus memupuk jiwa kebersamaan,  karena hampir semua aktifitas dan kegiatan di Pondok Pesantren itu dilakukan secara bersama-sama, apalagi para santri tinggal satu asrama dalam 24 jam bertemu, semua dilakukan bersama. Mulai dari kegiatan bersama, makan bersama, cuci bersama bahkan dihukum pun masih bersama-sama itu mengajarkan tentang kebersamaan dan loyalitas. Maka, ketika sudah lulus banyak yang sedikit down imannya karena berpisah dengan teman seperjuangan. Jadi, jangan sampai ketika bersama up dan ketika berpisah down.

Baca Juga : Fakta Menarik Kehidupan Pesantren

Nilai yang dapat ditanamkan dari budaya-budaya tersebut ialah :

  1. Sabar, bisa berarti dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Menahan diri dalam keadaan lapang dan keadaan sempit dan dari hawa nafsu yang menggoyahkan iman. Sabar adalah salah satu tingkatan maqamat yang harus dilalui oleh setiap manusia yang beriman. Manusia yang ingin berada dalam jalan Allah akan melalui jalan tersebut dengan sabar. 
  2. Sederhana, belajar memandang setiap hal dengan tidak berlebihan. Punya pemikiran yang simple dan tidak selalu memandang yang mewah. Dan lagi mampu menerima segala kondisi dengan lapang dada.
  3. Tolong Menolong, saling membantu meringankan kesulitan orang lain. Hal tersebut merupakan sisi positif yang bisa memperkuat hubungan antar sesama. 

__________________________________________________

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top