Dalam Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Dalam Kesulitan Ada Kemudahan

Dalam Kesulitan Pasti Ada Kemudahan Mengutip Tulisan Harun Tsaqif, Kalau dihadapkan pada dua pilihan, yang pertama adalah pilihan yang mudah sedangkan kedua cukup sulit. Manakah yang akan kita pilih? mungkin sebagian besar kita akan menjawab … yang pertama saja. Mudah.

Di dalam hidup kita cenderung akan memilih pilihan-pilihan yang gampang untuk dikerjakan. Bukan karena tak ingin memilih yang sulit, tetapi mungkin hidup ini sudah begitu rumit. Jadi yang mudah saja.

Tetapi disadari atau tidak, pilihan yang mudah justru akan menyulitkan kita di masa mendatang. Berkebalikan dengan pilihan yang sulit. Hal tersebut akan mengatarkan kita pada kebahagiaan yang selama ini kita cari.

Contohnya, memilih scrolling sosmed, bermain game atau menonton film itu mudah. Tetapi akan menyulitkan kita di masa mendatang. Lain halnya dengan memilih belajar, membaca buku, mengaji. Ini pilihan yang sulit tetapi akan memudahkan hidup kita di masa nanti. Sebab dengan hal itu kita bisa mengetahui apa yang belum kita mengerti.

Contoh lain lagi, berbuat dosa, meninggalkan sholat dan puasa, mengumbar aib orang itu mudah, tetapi akan menyulitkan kita di kehidupan nanti. Sedangkan melaksanakan ibadah, menahan diri dari berbuat aniaya, tidak menggunjing orang lain, berusaha taat dan istiqomah, ini adalah pilihan yang sulit namun, akan memudahkan kehidupan di akhirat.

Kemudian seringkali kita lengah, hingga lupa mempersiapkan hal-hal penting untuk menjalani kehidupan dengan baik. Sedangkan kesulitan, meski di awal membuat pening, ia selalu memberikan kita kekuatan, pengetahuan dan kebahagiaan setelah melalui setiap prosesnya. Jadi, mudah yang menyulitkan atau sulit yang memudahkan nih bestie?

Dalam surat Al Insyirah ayat 5 Allah SWT berfirman, 

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir oleh Ibnu Katsir, dari ayat di atas Allah memberitahu bahwa setiap kesulitan terdapat kemudahan.  Ayat di atas menganjurkan umat muslim untuk selalu percaya akan pertolongan Allah. Sebab, Allah memberi jaminan bahwa dalam kesulitan ada kemudahan.

Terkadang hal-hal yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Itulah sebabnya, manusia itu terbiasa dididik untuk menerima ujian dalam hidup. Seorang mukmin harus menyadari bahwa ujian hidup mendatangkan banyak manfaat dan kebaikan. Karena, dari ujian tersebut Allah menaikkan derajat manusia di sisi-Nya. 

Dalam kasus di atas, ketika kita melakukan hal yang sulit tapi memudahkan di masa depan, pasti akan banyak menemui ujian hidup. Allah ingin menguji seberapa besar iman kita dalam menjalankan hal-hal yang bertolak belakang dengan hawa nafsu kita. Namun, janji Allah itu pasti. Tidak mungkin Allah memberi masalah tanpa solusi.

Semisal, kita sedang berjuang menghafal al-quran. Itu termasuk pilihan yang sulit namun memudahkan di kemudian hari. Beberapa ayat mungkin sulit untuk dihafal, Tetapi yakinlah ganjaran yang Allah berikan lebih besar dari yang kita duga. Di tengah perjuangan bisa saja kita diuji dengan hal-hal seperti, maksiat, masalah keluarga dan lain-lain. Atau ketika berusaha bangun pagi lebih awal untuk sholat malam, juga termasuk pilihan yang sulit. Ketika yang lain masih terlelap kita memilih untuk beribadah lebih dengan menahan kantuk. 

Baca Juga : Keistimewaan Masuk Pondok Pesantren

Di dalam Al-Qur’an pun banyak pesan pengingat bahwa ketika ada kesulitan, Allah menyuruh kita untuk bersabar dan sholat. Oleh karena itu, tugas seorang muslim adalah terus berusaha dan jangan berputus asa atas kesusahan yang diberikan oleh Allah. Karena Allah akan memberikan jaminan kemudahan setelahnya.

Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. 

 

 

__________________________________________________

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top