Hidupkan Hati dengan Al-Qur’an

Hidupkan Hati dengan Al-Quran

Hidupkan Hati dengan Al-Qur’an

” Ibnu Katsir berkata, yang dimaksud dengan hati yang hidup adalah hati yang bisa mengambil manfaat dari setiap ajaran dan peringatan dari Al-Qur’an “

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan suatu kebaikan di dalam kehidupan, salah satunya membaca, mentadabburi dan mengamalkan isi atau kandungan Al-Qur’an.

Termasuk dalam menghidupkan hati dengan Al-Qur’an. Tentu saja, ketenangan hati itu tidak dibatasi hanya mereka yang dikarunia hafalan Tiga Puluh Juz secara sempurna (Mutqin)

Keberkahan Al-Qur’an juga bukan kaplingan yang dikhususkan buat orang yang pandai menafsir Al-Qur’an saja. Tapi, ia adalah karunia Allah bagi siapa saja yang ingin mendekat dan merasakan sensasi mukjizat sepanjang masa tersebut.

Hikmah Menghidupkan Hati dengan Al-Quran

Qatadah berkata, orang itu punya pandangan yang tajam. Ia tak mudah silau oleh godaan gemerlap kehidupan dunia. Sedang Ad-Dhahhak menyimpulkan, pemilik hati yang hidup adalah manusia yang bisa memaksimalkan potensi akalnya untuk memahami dengan benar tujuan hidup tersebut.

Singkatnya, hati yang mendapat sibghah (celupan) Al-Qur’an adalah ketika seorang muslim mendapati jiwa dan pikirannya tenang dengan bacaan Al-Qur’an. Ia menikmati lantunan Al-Qur’an tersebut bahkan dapat bergetar dengan ayat-ayat yang dibacakan kepadanya. Lebih dari itu, ketika orang tersebut merasa dimudahkan dalam mengamalkan Al-Qur’an, maka sepantasnya ia bersyukur dan meminta keistiqamahan kepada Allah SWT.

Di sisi lain, akhlak yang buruk dan perilaku yang tidak beradab menjadi utama daripada hati yang kering dan jauh dari sentuhan Al-Qur’an.Waktunya hanya disibukkan mengurus kepentingan dunia. Tak peduli dengan aturan agama, orang-orang tersebut bahkan tak lepas dari pandangan dan maksiat kepada Allah.

Meski begitu, Al-Quran, tetap menjadi petunjuk hidup sepanjang masa. Namun, fungsi itu tidak akan ada artinya jika tidak dihidupkan oleh ahli Al-Qur’an, yakni orang yang membaca, memahami, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain. Dalam hadis disebutkan, Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.” (HR Ahmad).

Untuk mendapatkan manfaat dari Al-Qur’an dan menghidupkannya, kata Ibnul Qayyim dalam kitab al-Fawa’id, seseorang mesti memusatkan hati ketika membaca dan menyimaknya, memfokuskan pendengaran serta menghadirkan diri seperti halnya Nabi saat menerima Al-Qur’an. Karena sejatinya, Al-Qur’an itu merupakan petunjuk bagi manusia. Semakin seseorang menjauh dari Al-Qur’an, berarti ia menjauh dari petunjuk Allah. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup orang beriman, dan karena itu ia dihidupkan, bukan dijauhkan, apalagi dimatikan.

Cara Menghidupkan Hati dengan Al-Qur’an

Membaca Alquran memiliki banyak keutamaan. Tidak hanya keutamaan dalam bentuk pahala, tetapi juga untuk kesehatan.

Dr Al Qadhi menemukan, membaca Alquran dengan bersuara, akan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya. Penelitian berikutnya, membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.

Ini membuktikan, Meng Hidupkan Hati dengan Al-Qur’an dengan cara membaca Alquran memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker, tentu harus dengan keyakinan dan tawakal. Tidak hanya itu, virus dan kuman juga berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Alquran, dan di saat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif. Pengembalian keseimbangan tubuh itu dengan baca Alquran, juga tertulis dalam Surat Al Isra 17: 82. “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”

Umat Islam harus lebih sering lagi rajin dalam membaca Alquran, karena dalam sebuah penelitian lainnya meng Hidupkan Hati dengan Al-Qur’an, ditemukan bahwa suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh, adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri. Hal itu juga tertulis dalam Surat Al-Araf 7: 55, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”

Untuk itu, sebaiknya bacalah Alquran di pagi hari dan malam hari sebelum tidur, untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas memberikan efek menyembuhkan. Perbaiki membaca Alquran (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan.

Salah satu cara untuk Mencegah Kelalaian dari Hati yang Mati

Selanjutnya, ia menjelaskan cara terbaik untuk murojaah atau memelihara hafalan Al-Qur’an dengan membacanya terus menerus, sebagai berikut:

1. Hafalan dibaca saat salat
Maksud tindakan ini, penghafal Al-Qur’an selalu mengupayakan setiap salat wajib atau sunah menggunakan ayat Al-Qur’an berurutan dari Al-Baqarah hingga Annas.

2. Konsisten membaca Al-Qur’an
Bagi penghafal Al-Qur’an harus konsisten pandai mengatur waktu, agar bisa terus membaca Al-Qur’an. Bahkan membaca Al-Qur’an kerap dijadikan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan.

3. Membaca Al-Qur’an dengan bersuara
Kegiatan ini disebut dengan simaan Al-Qur’an, lantaran sudah menjadi tradisi dan menjadi wadah sosialisasi pentingnya menjaga keaslian Al-Qur’an melalui hafalan.

4. Ikut perlombaan hafalan Al-Qur’an
“Seorang Hafidz yang biasa mengikuti MHQ akan memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat. Hal ini disebabkan sebelum mendapat giliran membaca di mimbar, seorang Hafidz harus mengulang-ngulang bacaan Al-Quran,” pungkas Kiai Sa’dulloh.

5. Mendengarkan Murottal (Bacaan Al-Quran)

Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka dia mendapatkan satu pahala, dan satu pahala dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta).

6. Memahami Terjemahan Bacaan Al-Quran

Dan cara agar kita bisa lebih dalam memahami makna setiap ayat Al Quran adalah dengan belajar berbahasa Arab, dan bahasa Arab merupakan bahasa yang lumayan sulit untuk dipelajari tak semudah untuk belajar bahasa Inggris atau bahasa lainnya.

7. Mengamalkan Isi Terjemahan Al-Quran

Dengan cara memahami, dengan cara melihat terjemahan makna apa yang sedang dihafalkan itu,”

 

Baca Juga : Magic Word! Jadikan Dzikir Rutinitas Harian

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to Top