Ilmu itu Ikatlah dengan Tulisan

ilmu

Disyariatkan Mencatat Ilmu

Disyariatkannya mencatat / menulis ilmu yang disampaikan oleh seorang guru / pemateri. Hal ini perlu kita tekankan. Karena jangan sampai kita datang ke majelis ilmu dan membiarkan ilmu tersebut menguap dari ingatan karena kita tidak mencatatnya. Kita akan berikan dalil bahwa ini bukan hanya sekedar adab yang ditekankan oleh para ulama. Namun adab ini berdasarkan Al-Qur’anul Karim dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalil-dalil untuk mencatat ilmu

Adapun dari Al-Qur’anul Karim, maka sebagian para ulama meberikan dalil yang sangat mudah dan saya rasa kita semua sudah menghafalnya. Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:  “Yang telah mengajarkan manusia dengan qalam.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 4)

Al-Imam Al-Qurthubi Rahimahullah menjelaskan tafsir ayat ini dengan perkataannya: “Maksud dari ayat ini adalah Allah mengajarkan manusia tulisan dengan menggunakan pena.”

Oleh karena itu Al-Imam Qatadah mengatakan:

القلم نعمة من الله عظيمة، لولا ذلك لم يقُـم دِيـن، ولـم يصلح عيش!

“Pena adalah nikmat yang sangat agung dari Allah SWT, kalau tidak ada pena, maka agama ini tidak berdiri dengan kokoh dan kehidupan ini tidak berjalan dengan baik.”

Di antara dalil yang lain adalah hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dikeluarkan Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan.” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)

Jadi mencatat ketika kita belajar adalah perintah Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukan hanya himbauan para ulama. Oleh karena itu Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan: “Ulama telah berijma’ bolehnya menulis ilmu.” Bahkan kata beliau: “Hukum menulis ilmu sunnah bahkan bisa wajib bagi orang yang rentan salah (mungkin hafalannya tidak kuat) dan dia harus menyampaikan kepada orang.”

Amalkanlah sunnah ini sebagaimana kita mengamalkan sunnah-sunnah Nabi yang lain. Hal ini penting. Para ulama sampai mengatakan:

العلم صيد و الكتابة قيده * قيد صيودك با الحبال الواثقه

“Ilmu itu ibarat binatang buruan, dan tulisan adalah tali yang mengikat binatang buruan tersebut. Maka ikatlah buruan-buruan dengan tali yang kokoh dan kuat.”

Di antara dalil yang menjelaskan masalah ini -kata para ulama- adalah perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada sebagian para sahabatnya untuk mencatat dan menulis Al-Qur’anul Karim. Oleh karena itu kita mengenal penulis-penulis wahyu seperti Zaid bin Tsabit, Muawiyah bin Abi Sufyan dan lain sebagainya. Padahal Allah sudah menggaransi/menjamin akan menjaga Al-Qur’anul Karim. Allah berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 9::

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’anul Karim dan Kami yang akan menjaganya.” (QS. 15:9)

sesungguhnya kami yang menurunkan Al – Quranul Karim dan kami yang akan menjaganya.

walaupun demikian, Nabi tetap memerintahkan para sahabatnya untuk menulis ayat – ayat Al – Quranul Karim. Ulama menjelaskan bahwa ini menunjukan betapa besarnya keutamaan tulisan di dalam dunia ilmu.

Nasihat Para Ulama

Ketahuilah bahwa para ulama kita, mulai dari sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, senantiasa menasihati kita untuk mencatat ilmu yang kita dengar.

Nasihat Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu mengatakan:

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan.”

Subhanallah..  حَبْر الأمَّة, orang nomor satu dalam ilmu tafsir, ‘Abdullah bin ‘Abbas yang ilmunya laksana samudera, beliau masih menasihati kita untuk menulis ilmu yang telah kita dapatkan. Dan kita tahu bersama kekuatan hafalan para sahabat sangat jauh melebihi kita. Jadi kalau mereka saling menasihati satu dengan yang lain untuk mencatat ilmu tersebut, bagaimana dengan orang sekarang?

Begitu juga dengan Anas bin Malik, beliau pernah memberikan wasiat kepada anak-anaknya:

يا بَنيَّ ! قَيِّدوا العِلمَ بالكِتابِ

“Wahai anakku, ikatlah ilmu tersebut dengan tulisan.”

Jadi benar-benar ditekankan oleh para ulama. Bahkan Al-Imam Asy-Sya’bi dan Al-Imam Adh-Dhahhak pernah mengatakan:

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

“Apabila engkau mendengar sebuah ilmu, maka tulislah walaupun di dinding.”

Ini menunjukkan betapa pentingnya mencatat. Kalau tidak ada kertas karena habis, cari media lain. Subhanallah.

Al-Imam Muawiyah bin Qurrah pernah mengatakan:

من لم يكتب العلم فلا تعدّ علمه علماً

“Barangsiapa yang tidak mencatat ilmu yang ia dengar/yang ia pelajari, makanya jangan dianggap seorang ulama.”

Al-Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in mengatakan:

كلُّ مَن لا يكتُبُ العلمَ لا يُؤمَنُ عليه الغلطُ

“Setiap orang yang tidak mencatat ilmunya, maka dia tidak aman dari kesalahan.” Artinya dia rentan terjatuh kedalam kesalahan. Karena bagaimana dengan daya ingat kita? Subhanallah.. Daya ingat kita sangat terbatas, bukan seperti para ulama. Dan ulama saja mencatat, apalagi kita?

Hikmah mencatat ilmu dengan tulisan

Intinya catat ilmu tersebut, jangan sampai hilang. Karena ilmu ibarat binatang buruan, maka ikatlah binatang tersebut dengan tali yang kokoh. Ulama mengatakan: “Dan salah satu bentuk kebodohan apabila kita memburu seekor kijang dan kita mendapatkannya lalu tidak kita ikat sehingga kijang itu kembali lari ke hutan.”

Jadi catatlah dan ikatlah ilmu tersebut. Dan inilah adab yang bisa kita bahas pada kesempatan kali ini, insyaAllah di kesempatan berikutnya kita akan lanjutkan dengan adab yang berikutnya.

Baca Juga : Pentingnya Mendidik anak Tentang Entrepreneurship

Di Pesantren Khairunnas Santri akan difokuskan untuk menghafal Al-Quran dengan metode pembelajaran yang sudah banyak melahirkan Hafidz/ Hafidzah. Santri juga akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Terbaik dan Unggulan Surabaya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top