Menumbuhkan Pemikiran Ilmiah Pada Santri Melalui Metode Natural Setting

Oleh: Anisa Mu’asomah

Santri adalah sebuah gelar yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada seseorang yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ahdi, 2018). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia santri adalah orang yang mendalami agama islam atau orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh. Jadi, seseorang yang mendapatkan julukan atau gelar santri selalu identik dengan  ilmu agama. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman yang semakin modern menuntut santri untuk dapat menyeimbangkan pemikiran mereka agar mampu menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Salah satu pemikiran yang harus ditumbuhkan dalam jiwa seorang santri adalah “Berpikir Ilmiah”. Lalu bagaimana cara menumbuhkan pemikiran ilmiah pada seorang santri? 

Berpikir ilmiah adalah berpikir secara rasional, logis dan empiris. Sebuah pemikiran dikatakan ilmiah apabila pemikiran tersebut mengandung kebenaran secara objektif, karena didukung oleh informasi yang telah teruji kebenarannya dan disajikan secara mendalam berkat penalaran dan analisa yang tajam. Jadi, tidak semua berpikir akan menghasilkan pengetahuan dan tidak semua berpikir disebut berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah memiliki aturan dan kaidah tersendiri yang harus diikuti oleh pemikir sehingga proses berpikir mereka bisa dikatakan sebagai produk ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi khalayak umum.

Dalam kehidupan sehari-hari seorang santri akan dihadapkan berbagai permasalahan yang dapat mereka temukan di Pondok Pesantren. Hal ini juga sering dialami oleh santri-santri di Pesantren Khairunnas. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh santri Pesantren Khairunnas adalah permasalahan lingkungan (Natural Setting). Permasalahan lingkungan dapat dijadikan sumber untuk menumbuhkan pemikiran ilmiah karena permasalahan lingkungan dapat dipecahkan dengan pemikiran ilmiah. Berpikir ilmiah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Seorang santri menemukan sebuah permasalahan di pesantren.
  2. Kemudian mereka memunculkan sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan.
  3. Lalu mereka membuat sebuah jawaban sementara apakah solusi berhasil atau tidak (hipotesis).
  4. Mencari sumber informasi mengenai ide yang akan dijadikan solusi.
  5. Mengaplikasikan ide tersebut dalam permasalahan yang dihadapi.
  6. Menarik kesimpulan.

Berikut contoh berbagai permasalahan yang dapat ditemukan di Pesantren beserta pemecahannya melalui metode berpikir ilmiah versi santri Pesantren Khairunnas:

1. BioPesNatural

BioPesNatural merupakan sebuah produk hasil pemikiran santri khairunnas yang dilatar belakangi oleh banyaknya hewan tomcat di kamar-kamar santri. Akhirnya, salah satu santri bernama Aziz dan Rohid mencetuskan ide untuk membuat Bio Pestisida dari bahan alami untuk membunuh tomcat. Kemudian mereka mencari sumber informasi mengenai bahan alami yang dapat digunakan untuk membunuh tomcat. Lalu mereka menguji coba Bio pestisida tersebut hingga akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa Bipesnatural buatan mereka dapat digunakan untuk membunuh tomcat.

2. Sanwaster

D:\d4341b10-a5df-4fc8-ab54-85b406b41491.jpg

Sanwaster sebuah produk penyaring limbah hasil pemikiran santri putri Zahra dan Fatiha yang di latar belakangi oleh limbah cair pesantren yang dapat memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Mereka mencetuskan ide tersebut, mencari sumber penelitian yang berkaitan dengan ide tersebut, kemudian menguji coba ide dan menarik kesimpulan. Itulah contoh cara menumbuhkan pemikiran ilmiah melalui metode natural setting hal ini sesuai dengan semboyan Pesantren Khairunnas “Give Smart Solution for The Bright Future”.

Di Pesantren Khairunnas Santri akan belajar dengan kegiatan kegiatan yang interaktif yang membantu Ananda untuk berfikir kreatif dan inovatif. Pesantren Khairunnas adalah Yayasan pendidikan yang didirikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional terpercaya Nurul Hayat. SD Unggulan Surabaya, SMP Unggulan Malang Tuban Madiun, SMA Unggulan Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top