Muhasabah diri Menghadapi New Normal

New Normal mulai perlahan-lahan diberlakukan. Bagaimana kah new normal versi masing-masing Sahabat Khairunnas? Mungkin kutipan puisi ini bisa dijadikan muhasabah diri untuk pribadi masing-masing yang senantiasa berusaha untuk berbenah.

New Normal

Bekal Surga

Seringkali aku berkata.

Ketika semua orang memuji milik-ku…

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Terapi… mengapa aku tak pernah bertanya :

Mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milik-ku, apa yang harus kulakukan untuk menjaga milik-Nya itu?

Adakah Aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milik-ku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah…

Kusebut itu sebagai ujian…

Kusebut itu sebagai petaka…

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja yang melukiskan kalau itu adalah derita…

Ketika berdoa, kuminta titipan yang sesuai hawa nafsuku…

Aku ingin lebih banyak harta…

Ingin lebih banyak mobil…

Lebih banyak popularitas

Dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan…

Sekolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadikan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku

dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia seolah Mitra dagang, dan bukan kekasih

Kuminta dia membalas, “perlakuan baikku”,

Dan menolak keputusan-Nya yang Tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap Hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS. Rendra

Puisi ini merupakan puisi terakhir WS Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur rumah sakit. Mungkin hampir semua diantara Sahabat Khairunnas ketika mengalami pandemi ini banyak kehilangan apa yang dimilikinya. Entah orang tercinta, pekerjaan, harta dan lainnya. Namun jangan sampai semua itu menghentikan langkah kita untuk bangkit pada Masa new normal ini. Allah memiliki alasan mengapa menitipkan itu semua pada kita, dan Allah memiliki alasan mengapa harus sekarang mengambil titipan itu. Semangat menghadapi new normal, mari kita sambut dengan langkah yang lebih percaya diri.

Untuk informasi seputar Pesantren Khairunnas bisa dibaca disini
Mau pesan Aqiqah bisa di aqiqahnurulhayat.com
untuk sedekah, Infaq, Zakat bisa melalui zakatkita.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top